Rabu, 02 Mei 2012

Pertanyaan Teman dan Uraian Jawaban Saya



Hari ini awesome..
Saya nulis status bbm.. It’s a WOW day!
Saya mencatat dalam sebuah notes kecil ada 18 hal yang harus saya lakukan dari jam 5pagi sampai 8 malam ini. Hmm..saya tidak melakukan 1 hal, saya tunda besok..karena rekan setim saya belum mengirimkan filenye ke saya. Indeed, saya lakukan 17 hal hari ini, termasuk 3 meeting! Alhamdulillah..
Ada teman nanya sama saya hari ini, gimana cara bikin orang percaya sama kita?
Jawaban dari pertanyaan ini tidak semudah perkiraan saya. Saya jadi mikir juga..percaya itu datangnya dari dalam hati, ngga bisa dipaksa, ngga bisa diwajibkan. Somehow, kita sudah berusaha untuk membuat orang percaya sama kita, total menurut kita, tapi yaa gimanaa yaa…kepercayaan itu melibatkan pihak lain sih ya. Kita sudah mencoba untuk  membuat orang lain percaya, but in the end orang yang kita maksud ngga percaya sama kita…yaaa…mau gimana lagi. Ada 2 pilihan, apakah kita akan keep on trying untuk membuatnya percaya atau..berhenti berusaha.
Well, saya akan bertahan pada pilihan pertama..time flies time proved. Ngga dipercaya itu rasanya ngga enak, sama sekali ngga enak. Tapi, pasti ada penjelasan kenapa akhirnya kita susah untuk dipercaya (lagi). Maybe, kita pernah melakukan serangkaian hal menyebalkan yang menyebabkan hilangnya kepercayaan. Hehehe.
Pada akhir pembicaraan dengan teman saya tadi, saya bilang bahwa percaya itu adalah sebuah proses yang ngga bisa diprediksi kapan bisa tercapai dan sampai kapan harus terus berusaha bikin orang tersebut percaya. Dengan menyadari bahwa percaya itu adalah sebuah proses, maka kita akan berbesar hati untuk tidak bersikap instan. Buat saya, kepercayaan itu precious, salah satu hal yang tidak bisa diuangkan. Sebagai orang yang menganut paham positivism, saya selalu percaya bahwa akan ada kesempatan kedua, ketiga, keempat..dan seterusnya untuk memperbaiki kesalahan dan mengembalikan kepercayaan. Nobody’s perfect, bukan tidak mungkin seseorang harus jatuh ke lubang yang sama berkali – kali, untuk memahami bahwa apa yang dia lakukan itu salah. Merasa tidak mungkin dengan pernyataan yang saya ceritakan? Segala kemungkinan itu ada…
Saya percaya pada satu hal, apa yang memang akan menjadi hak kita, pasti diberikan kok sama Tuhan, sesederhana itu.

1 komentar:

  1. kepercayaan itu melibatkan pihak lain..it great mbak...
    :)

    BalasHapus